Selasa, 22 Oktober 2013

Mengendalikan Polusi Udara

PohonGreen.com - Polusi udara dapat bersumber dari alam atau buatan manusia. Sumber utama pencemaran udara sebagai dampak dari kegiatan manusia antara lain industri, transportasi dan produksi listrik. Baik industri, transportasi dan produksi listrik kebanyakan tidak bersifat ramah terhadap lingkungan.


Di dalam ruangan tertutup (indoor), asap rokok dan kegiatan memasak yang menggunakan bahan bakar, terutama bahan bakar padat, merupakan sumber utama pencemaran udara. Selain itu penggunaan material bangunan, perkakas rumah, karpet dan pemakaian insektisida berpotensi menimbulkan pencemaran kimia dan biologi dalam ruangan tertutup.

Kondisi udara terus mengalami penambahan polutan, sehingga makin tidak menyehatkan. Penggunaan bahan bakar baik yang bersifat padat, cair atau gas makin memperburuk kondisi udara.

Polusi udara terus memperparah kondisi kesehatan manusia, mulai dari menimbulkan iritasi ringan pada mata, gangguan pernafasan, penyakit pernafasan, penyakit jantung, kanker paru-paru, hingga kematian.

Sudah terbukti bahwa polusi udara dapat menyebabkan infeksi pernafasan yang akut pada anak-anak, serta menimbulkan bronchitis kronis pada orang dewasa.

Polusi udara berpotensi memperburuk kondisi penderita penyakit jantung dan paru-paru. Bagi penderita asma polusi udara dapat menjadi ancaman yang memperparah keadaan ketika kambuh.

Dampak polusi udara terhadap kesehatan tergantung pada jenis polutan, penyerapan oleh vegetasi, dan kondisi individu. Sebagai gambaran, di perkotaan orang miskin cenderung bermukim dan bekerja di kawasan yang sangat tercemar. Sedangkan di daerah pedesaan yang terbelakang, penggunaan bahan bakar beripa kayu, serasah atau arang dapat memperburuk kondisi udara dan kesehatan penduduknya.

Di beberapa negara pentingnya kualitas udara yang bersih seringkali diabaikan, termasuk di kawasan industri yang ada di perkotaan. Banyak anggota masyarakat yang tidak mematuhi ketentuan dan hukum mengenai perlindungan kualitas udara. Penduduk miskin di kawasan yang tercemar kondisinya makin memburuk dengan tidak dimilikinya akses terhadap pelayanan kesehatan.

Kadar polutan di udara terus meningkat, makin terakumulasi dan menjadi ancaman yang serius bagi kesehatan masyarakat. Hal-hal seperti pertumbuhan populasi penduduk yang sulit terkendali, berkembangnya industrialisasi, serta meningkatnya permintaan kendaraan bermotor dan energi, berkorelasi dengan kian buruknya kualitas udara. Hal itu diperparah dengan pengaturan lingkungan yang buruk, penerapan teknologi yang tidak ramah lingkungan, jalan yang semakin macet, dan kondisi kendaraan yang sebagian tidak layak.

Diperlukan tindakan yang nyata untuk mengendalikan pencemaran udara, sehingga dampak yang makin parah tidak dirasakan oleh generasi mendatang. Semua orang bertanggung-jawab untuk secara bersama menyelamatkan keadaan lingkungan, supaya bencana lingkungan dapat diantisipasi.  (Atep Afia/Sumber : www.pollution.co.in)

Gambar:
http://www.aiai.on.ca/media/1889/creator_s_gifts_final.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar